Archive for January, 2007

Aku tidak Lebih Dulu ke Surga

Friday, January 19th, 2007

Untitled1_12
Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak
manusia berada disekelilingku,

namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku
masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua
manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah ..aku tidak mau mengira-ngira.

Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala
seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan
hatiku. "Inilah yang disebut
  Padang
Mahsyar," suaranya begitu menggetarkan
jiwaku. "Bagaimana ia bisa tahu
pertanyaanku," batinku. Aku menggigil,
tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari
perlindungan dari seseorang yang kukenal. Aku
teringat tetanggaku Parmin yang tidak
pernah lulus SD dan rajin sholat pernah memberiku
buletin mimbar Jumat salah satu
masjid di daerahku yang mengupas tentang “mati”,
antara lain:

“Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu
mati, supaya kamu bersyukur”

(QS 2:56)

 “Demikianlah Allah menghidupkan kembali
orang-orang yang telah mati”
(QS 2:73)

Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian
bersinar kemilauan. Bersamaan
dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru
sadar, inilah hari penentuan, hari
dimana semua manusia akan menerima keputusan akan
balasan dari amalnya selama
hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan
nasib manusia selanjutnya, surgakah yang
akan dinikmati atau adzab neraka yang siap
menanti.

 
Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku
mengingat amal-amal baikku
didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang
yang mendapat kasih-Nya atau janganjangan…..
Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu
keputusan dari Yang menguasai hari
pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi
suara menggema tadi yang
mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan
daftar manusia-manusia yang akan
menemani Rasulullah SAW di surga yang indah.
Lagi-lagi dadaku berdebar, ada
keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu,
mengingat banyaknya infaq yang
aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia
aku dikenal sebagai juru dakwah.
"Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk
surga, apalagi aku," pikirku mantap.

  Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku
masih beranggapan bahwa namaku
ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat
ibadah-ibadah dan perbuatanperbuatan
baikku. Dalam daftar itu, nama Rasulullah
Muhammad SAW sudah pasti
tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah
melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa
yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad masuk.
Setelah itu tersebutlah para

Assabiquunal Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra
dengan senyum manisnya
melangkah bahagia sebagai wanita pertama yang ke
surga, diikuti para istri-istri dan
keluarga rasul lainnya.

  Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir dan
Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid
dan syahidah pertama dalam Islam.
Juga para sahabat lainnya, satu persatu para
pengikut terdahulu Rasul itu dengan
bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan
membuka tabirnya. Yang aku tahu,
salah satu kenikmatan yang akan diterima para
penghuni surga adalah melihat wajah
Allah. 
Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang
tengah bersyukur mendapatkan
nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan
berjuang bersama Muhammad
menegakkan risalah. Setelah itu tersebutlah para
mukminin terdahulu dan para syuhada
dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah.

Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu
giliran. Aku terperanjat begitu
melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang
berlari untuk segera menikmati
kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka
tersenyum sambil melambaikan
tangannya kepadaku. Sepertinya aku kenal mereka.

Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku
yang tidak pernah kuperhatikan.
Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam
hari sementara sering kubuang
sebagian makanan yang tak habis kumakan. Aku
teringat pernah memberikan
sumbangan “sekedarnya” untuk anak yatim di
daerahku, karena kebetulan ketika itu
keluargaku sedang membutuhkan biaya yang
menurutku lebih mendesak ketimbang
memberi sumbangan tsb. Jika saja aku tidak
sepintas lalu membaca brosur ditanganku,
mungkin aku tidak menyumbang ala kadarnya, karena
di dalam brosur tersebut

mengutip QS 4:36, yaitu:
“Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapa,
karib kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin….”

"Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat
kantorku," aku terperangah melihatnya
melenggang ke surga. Parmin, pemuda yang tidak
pernah lulus SD itu pernah bercerita,
bahwa sebagian besar hasil dagangnya ia kririmkan
untuk ibu dan biaya sekolah empat
adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela
berpuasa berhari-hari asal ibu dan adikadiknya
di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang
sejak tadi disampingku
berkata lagi, "Parmin yang tukang mie itu
lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk
kebahagiaan orang lain." Sementara aku,
semua hasil keringatku semata untuk
keperluanku.

Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok
Darmi penjual pecel yang kehadirannya
selalu kutolak, pengemis yang setiap hari lewat
depan rumah dan selalu mendapatkan
kata "maaf" dari bibirku dibalik pagar
tinggi rumahku. Orang disampingku berbicara lagi
seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak
kulontarkan, "Mereka ihklas, tidak
sakit hati serta tidak memendam kebencian meski
kau tolak."

Masya Allah murid-murid pengajian yang aku bina,
mereka mendahuluiku ke surga.
Setelah itu, berbondong-bondong jamaah
masjid-masjid tempat biasa aku berceramah.
"Mereka belajar kepadamu, lalu mereka
amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak
berbicara dan sedikit mendengarkan. Padahal,
lebih banyak yang bisa dipelajari dengan
mendengar dari pada berbicara," jelasnya
lagi.

Aku semakin penasaran dan terus menunggu
giliranku dipanggil. Seiring dengan itu
antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin
panjang.Tapi sejauh ini, belum
juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku
ingin segera bertemu Allah dan berkata,

"Ya Allah, didunia aku banyak melakukan
ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu
orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke
surgaMu."

Orang dengan wajah bersinar disampingku itu
hendak berbicara lagi, aku ingin
menolaknya. Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya
untuk berbicara. "Ibadahmu
bukan untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu
mendapatkan surga Allah,
shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status
sosial, dibalik bantuanmu tersimpan
keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah
yang kau lakukan hanya berbekas
untuk orang lain, tidak untukmu," bergetar
tubuhku mendengarnya.

Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis
tua, murid-murid pengajian, jamaah
masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering
kuanggap tidak lebih baik dariku,
mereka lebih dulu ke surga Allah. Padahal, aku
sering beranggapan, surga adalah
balasan yang pantas untukku atas dakwah yang
kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu
yang kuajarkan dan perbuatan baik lainnya.
Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada
mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari
pada mereka, tidak lebih bersih hati dari
pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke
surga dari mereka.

Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak
bangun dan, Astaghfirullah…, ternyata
Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini.

Bergegas aku mengambil air wudhu untuk sholat
malam sementara sekelilingku sunyi
senyap terlelap, aku menangis dengan derai air
mata dalam doaku yang penuh harap
dan penyesalan. Aku sangat menyesal dan bersyukur
bahwa Allah telah menegurku

sekalipun hanya lewat mimpi akan kesombonganku
yang tidak kusadari selama ini.

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membanggakan
diri”
(QS 4:36)

 

Kumis or …..?

Friday, January 19th, 2007

Kumis memang bisa membuat pria lebih tampan dan berwibawa.
Selain itu, menurut pakar seksolog, pria dengan kumis lebat biasanya memiliki
gairah seksual tinggi. Karena itukah banyak wanita yang mengidolakan pria
berkumis?

Kumis
Pria tanpa kumis? Duh, nggak macho, begitu mungkin pendapat
sebagian orang. Pria memang akan nampak lebih jantan apabila berkumis lebat.
Lihat saja Tom Selleck, Burt Reynold atau Omar Syarif, bintang-bintang
Hollywood yang kerap dijuluki sebagai pria-pria seksi, mereka dikenal karena
kumisnya. Sultan Brunei Hasanal Bolkiah, nampak tampan dan berwibawa dengan
kumisnya. Andi Mallarangeng banyak dipuja wanita juga karena kumisnya. Tapi
kumis bisa juga membuat pri anampak seram dan ditakuti, lho. Makanya banyak Pak
Polisi yang memelihara kumis. Tak ketinggalan Gatot Kaca dan warok Ponorogo
ikut melebatkan kumisnya.

Karena kumis dinilai sebagai lambang kejantanan dan
keseksian kaum pria, tak heran jika banyak pria yang berlomba-lomba memelihar
akumis. Fenomena ini menjadi peluang bagi pabrik obat-obatan ataupun tabib yang
berharap bisa meraih keuntungan besar dengan menciptakan krim atau ramuan yang
konon mampu melebatkan, bahkan bisa menumbuhkan bulu-bulu kumis.

Tapi sejauh mana hubungan antara lebatnya kumis dengan
kejantanan seorang pria?

Mengapa Sebagian Pria Suka Berkumis Sebagian Tidak?

Biasanya karena pengaruh lingkungan, adat istiadat dan
kepercayaan. Misalnya di India, prianya lebih senang tampil berkumis, sedangkan
di Arab kaum prianya lebih memilih memakai jenggot tanpa kumis. Seorang anak
laki-laki yang ayahnya berkumis, kemungkinan besar ketika ia dewasa juga akan
senang memakai kumis. Tapi kumis memang terkait dengan hormonal dan ras.
Laki-laki dari ras kaukasoit, seperti India,
Arab atau Eropa, memang cenderung memiliki kumis.

Jude Law Lelaki Paling Seksi Tahun 2006 Tanpa Kumis

Judelaw
Aktor asal Inggris, Jude Law, baru saja dinobatkan sebagai
lelaki paling seksi tahun 2006 lalu. Gelar itu diberikan majalah mingguan populer
Amerika, People. Wajah Law berhasil mengalahkan simbol seks tahun sebelumnya yang
disandang Johny Depp. Konon bagian tubuh Law yang dirasa paling memiliki pesona
adalah sepasang mata birunya. "Kehangatannya terpancar dari pandangan
matanya," kata Nicole Kidman, lawan mainnya dalam Cold Mountain. Begitu pula pujian yang
diberikan Rachel Weisz. "Law memiliki sepasang mata terindah yang pernah
saya temui," pujinya.

Ternyata Jude Law yang dijuluki sebagai lelaki paling seksi
tahun ini, adalah pria yang memiliki wajah kelimis alias tak berkumis. Nah kalian kaum hawa pilih kumis or No ?!

Umur Alam Semesta

Thursday, January 4th, 2007

Secara ringkas, umur elemen
kimia dapat diperkirakan berdasarkan uji radio aktif terhadap atom tersebut. Dan
umum­nya dapat ditentukan dengan menggunakan uji contoh batu­batuan, yaitu
dengan mengukur perubahan elemen berat seperti Rubidium Rb-87. Bila uji Rubidium
ini diterapkan atas batuan yang tertua di bumi akan didapatkan bahwa batuan
tertua ber­umur 3,8 miliar tahun. Jika diterapkan atas batuan tertua dari meteor
akan didapatkan angka 4,56 miliar tahun. Kesimpulan ini membuktikan bahwa tata
surya kita berumur sekitar 4,6 miliar tahun, dengan tingkat kesalahan 100 juta
tahun. Sedikit berbeda, bila metode ini digunakan untuk mengukur gas di alam
semesta maka akan menyebabkan tingkat variasi yang lebih lebar. Ilmuwan cukup
puas mengetahui umur alam se­mesta sejak Dentuman Besar dengan perhitungan
elemen kimia yaitu antara 11-18 miliar tahun.

Mohamed Asadi dalam bukunya
The Grand Unifying Theory
 of
Everything
mengatakan bahwa umur alam semesta, berdasarkan penyelidikannya
terhadap bintang-bintang tertua, adalah antara 17 sampai 20 miliar tahun.
Sedangkan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France menyatakan bahwa
umur alam semesta kira-kira 18 miliar tahun.

Dsc00562_wm_cte

Dalam al-Qur’an ada dua ayat
yang mengindikasikan perhitungan alam semesta selain makna relativitas waktu,
yaitu
Surat as-Sajdah (32:5) dan
al-Ma’arij
(70:4).

"Malaikat-malaikat dan
Jibril naik (menghadap) keyada Tuhan
dal
am sehari yang kadarnya lima puluh
ribu tahun" (al-Ma’arij 70
 
: 4)

Kita dapat mencatat bahwa
al-Qur’an tidak mengatakan "50.000 tahun" waktu bumi. Karena waktu ini adalah
waktu relatif di suatu tempat di langit, di mana satu hari sama dengan 1000
tahun waktu bumi. Hari relatif tersebut merupakan umur alam semesta di mana
sistem tata surya manusia (kita) berada.

Mari kita konversikan waktu
relatif alam semesta:

50.000 x 365,2422 =
18.262.110

Satu hari relatif di "satu
tempat" di alam semesta, di tempat malaikat melaporkan urusannya, sama dengan
1000 tahun di bumi:

18.262.110 x 1000 =
18.262.211.000 tahun atau 18,26 miliar tahun.

Dengan demikian, umur alam
semesta relatif adalah 18,26 miliar tahun. Hasilnya hampir sama dengan
perhitungan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France tersebut di
atas.

NASA memperkirakan umur alam
semesta antara 12-18 miliar tahun berdasarkan pengukuran seberapa cepat alam
semesta kita ini ekspansi setelah terjadinya "Dentuman Besar"

Dr. Marshall Joy dan Dr.
John Carlstrom dari Universitas Chicago (tim NASA) telah mampu mengatasi masalah
pengukuran kecepatan ekspansi alam semesta dengan teknik terbaru, yaitu
menggunakan radio interferometer untuk menyelidiki dan mengukur fluktuasi
Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR). Dengan demikian, umur alam
semesta dapat diperkirakan. Sedangkan tim NASA lainnya memperkirakan umur alam
semesta antara 8-12 miliar tahun berdasarkan pengukuran jarak galaksi "M100"
dengan teleskop ruang angkasa Hubble. Galaksi tersebut diperkirakan berjarak 56
juta tahun cahaya dari bumi. Namun demikian, pengukuran umur alam semesta ini
menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin alam semesta umurnya lebih muda,
padahal salah satu bintang di Bima Sakti mungkin umurnya jauh lebih tua dari
perkiraan tersebut?

Si Manusia Dengan Kepala Dari Besi.

Thursday, January 4th, 2007

Kolonel James Churchward, yang terkenal karena penyelidikannya mengenai benua MU yang hilang, yang tenggelam di Laut Pasifik, menceriterakan dengan panjang lebar suatu corak lain dari ceritera kuno tentang Burung Petir sebagai berikut: Gregjenner7j

Orang-orang indian ‘Hiden’, suku bangsa yang hidup di kepulauan Queen Charlotte, memiliki sebuah benda keramat, yang paling indah di dunia. Sebuah tiang, yang di atasnya terdapat semacam burung rajawali, yang disebut Burung Petir. Disusul kemudian oleh seekor ikan, yang disebut ‘Ikan Paus Pembunuh’, Antara kepala dan ekor ikan itu terlihat seorang manusia, yang disebut Manusia dengan Kepala Besi. Manusia itu sedang hendak melepaskan sebuah anak panah ke lambung ikan pausnya. Seorang tua dari suku bangsa itu menjelaskan kapada saya, bahwa Burung Petir menggambarkan Sng Pencipta, yang mempunyai pandang mata seperti kilat, dan pukulan sayapnya terdengar seperti petir. Manusia dengan kepala besi itu merupakan orang kesayangan para Dewa, dan pada waktu terjadinya bencana banjir besar dia dijadikan seekor ikan salem dengan kepala besi. Selama terjadinya banjir, manusia yang telah dijadikan ikan itu, hidup dalam air di sungai  Minish. Dia mengumpulkan dahan untuk membuat suatu tempat berteduh bagi dirinya
sendiri, akan tetapi dia banyak kekurangan “bahan bangunan”, sehingga dia tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya. Pada saat itulah Burung Petir muncul di depannya, membuka kedoknya dan berkata:’Saya adalah seorang manusia seperti anda, dan untuk menolong anda, saya akan tetap tinggal bersama anda, agar anda mampu menemukan suatu suku bangsa, dan saya akan melindungi anda’.
Dan kemudian, di tengah-tengah suara guntur yang memekakkan telinga, si manusia ikan yang berkepala besi itu melihat prajurit-prajurit bermunculan, yang semuanya bersenjata lengkap. Dan para prajurit itu adalah ayah-ayah bangsa kita.

Kolonel James Churchward

Cjchurch

Mu, Tanah Air, kebudayaan hilang yang adalah pusat peradaban kira-kira 25.000 tahun yang lalu. Pada 1868, James Churchward (1851-1936), sedangkan menjabat sebagai Tentara Inggris dengan pangkat kolonel di India,  menjadi teman akrab dengan seorang pendeta candi Hindu

Dia menuliskan bahwa dia mengetahui peradaban orang Yunani awal, Chaldeans, orang Babilonia, orang Parsi, orang Mesir, dan Hindus pasti sudah didahului oleh peradaban Mu. Churchward juga mengenali kereta pertempuran terbang (sejenis pesawat tempur) yang disebut di Ramayana dan Mahabharata sebagai keajaiban ilmiah yang awal.

Benua Mu di Pasifik tengelam 60.000 tahun yang lalu, dengan Pulau Hawaii dan Easter  ialah  satu-satunya jejak yg tertinggal.Untitled1_11

Dia melacak cerita sama dari Mu ke India, di mana penjajah dari benua yg lenyap sudah menyelesaikan tugasnya; dari India ke dalam Mesir; dari Mesir ke candi Sinai, di mana Moses menirunya; dan dari Moses sampai terjemahan cacat Ezra sesudah 800 tahun. Ada penegasan Mu di naskah kuno lain, termasuk klasik seperti itu sebagai Ramayana epik Hindu, ditulis oleh guru dan sejarawan, Valmiki, dari dikte Narana, tinggi pendeta candi Rishi di Ayodhya, yang membaca rekor candi kuno kepadanya.

716 Buah Cakram Batu Yang Berumur 12.000 Tahun

Thursday, January 4th, 2007

Ciencia_dropa19
Di ujung lain dari dunia, di perbatasan antara Tibet dan Cina, seorang Jerman akhli
purbakala, telah menemukan 716 buah cakram dari batu di dalam gua-gua dari
pegunungan Bayan-Kara Ula. Benda-benda itu penuh dengan gambaran lambanglambang dan tulisan-tulisan yang tak dapat dipecahkan artinya, kelihatannya telah berumur ribuan tahun; di tengah-tengahnya terdapat lubang yang menembus, seperti sebuah piringan hitam, dan terukir garis-garis berbentuk spiral dari tepi menuju ke tengah-tengahnya cakram.

Dapatkah itu dianggap sebagai suatu bukti penuh tentang benarnya ceritera-ceritera kuno mengenai Burung Petir, atau setidak-tidaknya, bahwa bumi kita ini pada jaman dahulu telah dikunjungi oleh kapal-kapal ruang angkasa?
Ciencia_dropa05

Wartawan ilmiah dari surat kabar Berlin “Das Vegetarische Universum” (“=Jagad Tumbuh-tumbuhan”), mengenai penemuan itu, membuat ulasan sebagai berikut: “Celahcelah berbentuk spiral itu merupakan hal, yang paling aneh, mengenai tulisan Cina. Banyak akhli mencoba untuk memecahkan artinya. Hanya para akhli purbakala bangsa Cina sajalah, yang dapat mencapai suatu hasil, dan hasilnya adalah demikian mengejutkan, sehingga Akademi Prasejarah Peking mula-mula melarang pengumumannya. Setelah pengumuman diijinkan, si professor, yang telah memimpin penyelidikan, beserta empat orang pembantunya menggunakan judul ‘Tulisan-tulisannya menunjuk kembali pada kapal-kapal ruang angkasa, yang sebagaimana tertulis pada cakram-cakram itu, ada pada jaman 12.000 tahun yang lalu’.

Gua-gua di pegunungan Bayan Kara Ula dihuni oleh orang-orang dari suku bangsa Ham dan suku bangsa Dropa. Mereka merupakan orang, yang berukuran kecil dan menderita semacam penyakit tulang; hingga kini, semua usaha untuk menggolong-golongkan mereka berdasarkan etnologi, tidak ada yang berhasil.
Dropappl

Beberapa tulisan kuno mengenai suku bangsa Ham dan Dropa telah dapat dipecahkan artinya, dan apa yang dapat kami kumpulkan adalah sebagai berikut: “Bangsa Dropa berasal dari awan, dalam kapal. Orang-orang kami, laki-laki, perempuan dan anak-anak, bersembunyi dalam gua-gua besar. Kemudian mereka mengerti dari gerakan-gerakan tangan, yang dibuat oleh bangsa Dropa, bahwa bangsa Dropa itu mempunyai maksud bersahabat. Lain-lain cakram disebut juga dalam ceritera mengenai kecelakaan, yang dialami oleh sebuah kapal, pada saat hendak mendarat di daerah pegunungan; usaha untuk memperbaiki pesawat itu tidak berhasil… Dengan harapan untuk bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut, maka benda-benda berbentuk cakram itu kemudian dikirim ke Moskow, dan diselidiki oleh para akhli di sana. Diketemukanlah, bahwa cakram-cakram itu mengandung kobalt dan bahan-bahan logam lainnya, dan bahwa benda-benda itu menggetar dengan frekuensi yang tidak lazim, seakan-akan mengandung suatu muatan listrik atau dimasukkan dalam suatu arus listrik. Cakram kecil-kecil itu, yang telah berumur lebih daripada 12.000 tahun, telah dan akan tetap merupakan suatu teka teki yang sungguh-sungguh bagi para sarjana di dunia ini”.